Pergeseran Struktural dalam Sektor Manufaktur Indonesia: Sebuah Analisis Input-Output

Agus Suman, Jose Rizal Joesoef, Any Nursiswati

Abstract


Menurut literatur standard ekonomika pembangunan, proses pembangunan ekonomi bisa menyebabkan dualisme. Dualisme berarti ada sektor besar dengan kemampuan modern berdampingan dan tumbuh bersamaan dengan sektor kecil dengan kemampuan tradisional. Dualisme ekonomi ini bisa berdampak sosial sebab ia mencerminkan ketimpangan (inequality). Sehingga secara implisit meredakan tensi dualisme merupakan salah satu tujuan kebijakan ekonomi.

Jika dianggap bahwa level kemampuan sektor industri diukur dengan rasio modal per tenaga kerja, maka peningkatan rasio ini mencerminkan peningkatan kapabilitas teknologi sektor industri. Jadi, menurut paradigma dual-industrial growth, masalah yang dihadapi Indonesia adalah apakah industri padat modal tumbuh lebih tinggi atau lebih rendah dari industri padat karya. Dengan mengelompokkan sektor industri menjadi industri padat modal dan industri padat karya, penelitian ini menanyakan ada tidaknya dualisme dalam sektor industri.

Hal yang sangat menarik dari studi ini adalah adanya perbedaan struktur dan kinerja yang cukup signifikan antara industri padat modal dengan industri padat karya. Industri padat modal ternyata sangat mengandalkan bahan baku impor dan menderita comparative disadvantage meski ia mengalami increasing returns to scale. Kebijakan liberalisasi impor yang dimulai pada sekitar maret 1985, lebih banyak dimanfaatkan oleh padat modal untuk meningkatkan impornya. Gejala ini nampaknya menarik untuk dikaji oleh peneliti-peneliti berikutnya.


Keywords


perubahan struktural, dualisme, analisis input-output, keunggulan komparatif

Full Text:

full text

Refbacks

  • There are currently no refbacks.