Peran Informasi dan Self-Serving Bias dalam Auditing Game: Uji Hubungan Keagenan antara Manajer dan Auditor

Puput Tri Komalasari, Jose Rizal Joesoef

Abstract


Kesimpulan kontroversi telah dikemukakan Bazerman et al. (1997) bahwa tidak mungkin bagi auditor untuk menjaga objektivitas kasus kegagalan audit; yang tak terelakkan, bahkan dengan auditor yang paling jujur. Kesimpulan ini didasarkan pada asumsi bahwa auditor adalah pemaksimal utilitas yang diharapkan. Dengan kata lain, ada hubungan antara pemegang saham, manajer dan auditor. Awalnya, auditor diharapkan dapat mengurangi masalah agensi antara pemegang saham dan agen melalui independensi dalam proses audit. Tetapi, untuk beberapa tingkat independensi auditor masih dipertanyakan. Keraguraguan independensi auditor ini adalah karena faktor psikologis yang disebut bias pelayanan mandiri, yang timbul dari interaksi terus-menerus antara auditor dan manajer. Di Indonesia, independensi auditor telah dipertanyakan setelah runtuhnya banyak perusahaan besar yang dilabeli sebagai pendapat Wajar Tanpa Pengecualian pada krisis moneter di tengah 1997-an.

Makalah ini bertujuan untuk memberikan penilaian terhadap teori permainan dalam konteks masalah agensi, dan menunjukkan bahwa interaksi strategis antara auditor dan manajer tidak kalah penting untuk menjelaskannya. Dengan menerapkan kerangka teori permainan, penelitian ini menunjukkan bahwa ada bias dalam pelayanan mandiri pada proses audit, tetapi kelompok afiliasi auditor dapat mengurangi bias pelayanan mandiri. Ini menyiratkan bahwa ada masalah agensi antara auditor dan pemegang saham. Masalah ini dapat mengurangi dengan menciptakan dan mengatur kohesi yang kuat dalam tim auditor dan asosiasi akuntan publik.

Keywords


masalah agensi, asimetri informasi, auditor independensi, audit teori permainan, informasi, bias pelayanan mandiri

Full Text:

full text

Refbacks

  • There are currently no refbacks.