ANALISIS DETERMINAN MANAJEMEN LABA SETELAH IPO

Authors

  • Umi Muawanah Universitas Gajayana

Abstract

IPO merupakan kejadian penting bagi perusahaan karena saat IPO lah perusahaan mendapatkan penilaian dari investor atas kondisi dan prospek perusahaan yang berujungpada keputusan investasi yang dilakukan. Saat melakukan IPO, perusahaan harus menyediakan prospektus yang berisi tentang perusahaan, tentang laporan keuangan selama 3 tahun sebelum
IPO yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik. Saat IPO perusahaan ingin menunjukkan kinerja yang bagus agar mendapatkan penilaia yang baik dari investor.
Agar kinerja perusahaan terlihat bagus, manajemen berusaha melakukan manajemen laba dengan berbagai cara, diantaranya pemilihan metode akuntansi atau kebijakan akrual. Cara yang paling sering dilakukan adalah dengan kebijakan akrual (discretionary accrual), yaitu dengan mengendalikan transaksi akrual sehingga laba terlihat tinggi. Akan tetapi, transaksi tersebut tidak mempengaruhi aliran kas, misalnya waktu dari pengakuan pendapatan sehinggakebijakan akrual akan dapat mempengaruhi kualitas laba perusahaan.
Banyak penelitian menemukan telah terjadi manajemen laba menjelang IPO. Loughran dan Ritter (1997) menemukan perbedaan antara kinerja operasi lima tahun sebelum dan sesudah penawaran, yaitu adanya penurunan kinerja dalam jangka panjang. Rodoni (2002) juga menemukan bahwa kinerja IPO untuk jangka panjang menunjukkan kinerja yang negatif. Sementara Denisdan Serin (1999) mencatat bahwa rendahnya kinerja pasca IPO diakibatkan pengukuranearnings yang dilakukan secara tidak tepat oleh manajemen. Shivakumar (2000) juga menunjukkan bahwa manajemen telah melakukan overstate terhadap earnings sebelum melakukan pengumuman IPO.

Author Biography

Umi Muawanah, Universitas Gajayana

Pascasarjana

Published

2023-05-12

Issue

Section

Articles