PERSEPSI WISATAWAN TENTANG PARIWISATA SYARIAH DANDAMPAKNYA TERHADAP MINAT BERKUNJUNG ULANG (Studi Pada Destinasi Wisata Malang Raya)

Muhammad Andhika Pratama

Abstract


Pariwisata  adalah  salah  satu  sektor  yang  penting  dan  potensial  dalam
kemajuan  perekonomian  suatu  negara.  Untuk  itu,  penting  untuk  suatu  kawasan
menciptakan  keunggulan  dan  kelebihan  sehingga  mampu  meningkatkan  minat
kunjungan  wisatawan  domestik  maupun  internasional  dalam  jumlah  yang  besar
dan  berdampak  positif  bagi  pendapatan  daerah  ataupun  suatu  negara.
Pertumbuhan  pariwisata  halal  yang  terlihat  di  negara  nonmuslim  contohnya
Jepang  yang  mayoritas  masyarakat  nonmuslim  serius  dalam  mengembangkan
sarana penunjang pariwisata halal.
Prinsip  syariah  di  era  sekarang  semakin  diminati  masyarakat  Indonesia
dalam  kehidupan  sehari-harinya.  Awalnya  hanya  segelintir  sektor  yang
menggunakan  atau  menerapkan  hukum-hukum  syariah,  contohnya  saja  dunia
perbankan dan perhotelan. Seiring dengan perkembangan kinerja perbankan dan
perhotelan  cenderung  sukses  menerapkan  kaidah  syariah  dalam  bisnisnya,  kini
dunia pariwisata mencoba menerapkan kaidah syariah dalam operasionalnya.
Sebagai  negara  dengan  penduduk  muslim  terbesar  di  dunia,  Indonesia
berupaya terus mengembangkan wisata syariah di Tanah Air. Untuk itu, ke depan,
sembilan  destinasi  akan  menjadi  wilayah  tujuan  wisata  syariah,  yaitu  Sumatera
Barat, Riau, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Makassar, dan
Lombok. Sembilan wilayah tujuan wisata syariah tersebut ditentukan berdasarkan
kesiapan  sumber  daya  manusia,  budaya  masyarakatnya,  produk  wisata  daerah,
serta  akomodasi  wisatanya.  Wisata  syariah  bukanlah  wisata   eksklusif  karena
wisatawan nonmuslim juga dapat menikmati pelayanan yang beretika syariah.
Wisata syariah bukan hanya meliputi keberadaan tempat wisata ziarah dan
religi, melainkan pula mencakup ketersediaan fasilitas pendukung, seperti restoran
dan  hotel  yang  menyediakan  makanan  halal  dan tempat  shalat.  Produk  dan jasa
wisata,  serta  tujuan  wisata  dalam  pariwisata  syariah  adalah  sama  seperti  wisata
umumnya  selama  tidak  bertentangan  dengan  nilai-nilai  dan  etika  syariah.
Contohnya adalah menyediakan tempat ibadah nyaman seperti sudah dilakukan di
Thailand  dan  negara  lainnya  yang  telah  menerapkan  konsep  tersebut  terlebih
dahulu.  Potensi  wisata  syariah  di  Indonesia  sangat  besar  dan  bisa  menjadi
alternatif selain wisata konvensional (Travel.kompas.com).
Setiap  tempat  pariwisata  memberikan  ciri  khas  dan  kelebihan  masingmasing, khususnya Kota Malang. Tempat pariwisata di Kota Malang setiap tahun
cenderung bertambah dan beragam macam kuliner khas yang ada di Kota Malang.
Wisata  syariah  di  Kota  Malang  dapat  dikatakan  tidak  ada,  hal  ini  menimbulkan
masyarakat  Kota  Malang  tidak  mengetahui  apa  yang  disebut  pariwisata  dan
pemahaman tentang persepsi wisata syariah sangat minim.
2
Sampai saat ini kebanyakan masyarakat masih   menyamakan wisata syariah
berhubungan  dengan  wisata  masjid,  berziarah  ke  makam  ulama  ataupun  wisata
umroh.  Persepsi  seperti  ini  dapat  berpengaruh  dalam  minat  berkunjung  para
wisatawan dan dapat menghambat upaya pemerintah ataupun  stakeholder  dalam
mempromosikan  pariwisata  syariah.  Jika  promosi  atau  edukasi  dan  pendekatan
ditingkatkan maka dapat mengubah persepsi masyarakat akan pariwisata syariah
yang akan nantinya menyukai tempat wisata syariah yang sangat bermanfaat bagi
masyarakat itu sendiri.
METODE PENELITIAN
Lokassi penelitian ini dilakukan di Malang R aya (Kota Malang,  Kota Batu
dan  Kabupaten  Malang)  dengan  pertimbangan  bahwa  Malang  Raya  merupakan
jujukan  utama  para  wisatawan  yang  akan  berwisa ta  di  Jawa  Timur.  Jenis
penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian eksplanatori. Penelitian eksplanatori
bertujuan  untuk memperoleh  keterangan,  informasi,  data  mengenai  hal -hal  yang
belum  diketahui.  Penelitian  eksplanatori  ini  dalam  pengumpulan  data  dari
responden  menggunakan  kuisioner.  Dalam  penelitian  ini  jenis  data  yang
digunakan  yaitu  data  primer.  Data  primer  didapatkan  dari  kuisioner  yang
disebarkan langsung kepada wisatawan yang berkunjung ke Malang raya

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Gajayana e-Repository Sarjana FEB - UNIGA Malang