ANALISIS PENERIMAAN DAERAH DARI SEKTOR PARIWISATA DI KOTA BATU DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA

Iwan Satriatama

Abstract


Setiap pemerintah daerah berupaya keras meningkatkan perekonomian daerahnya sendiri termasuk meningkatkan perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu upaya untuk meningkatkan penerimaan daerah yaitu dengan mengoptimalkan potensi dalam sektor pariwisata.Keterkaitan industri pariwisata dengan penerimaan daerah berjalan melalui jalur PAD dan bagi hasil pajak/bukan pajak. Keberhasilan pengembangan sektor kepariwisataan, berarti akan meningkatkan perannya dalam penerimaan daerah, dimana kepariwisataan merupakan komponen utamanya dengan memperhatikan juga faktor-faktor yang mempengarui seperti: jumlah obyek wisata yang ditawarkan, jumlah wisatawan yang berkunjung baik domestik maupun internasional, tingkat hunian hotel, dan tentunya pendapatan perkapita. Dan selama 10 tahun terakhir masih terjadi fluktuasi kontribusi penerimaan sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) seharusnya dapat menelaah potensi dan juga faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan daerah dari sektor pariwisata disamping tetap meningkatkan fasilitas yang dapat menunjang aktivitas wisatawan selama berkunjung di suatu obyek wisata.
Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda dengan penerimaan daerah sektor pariwisata sebagai variabel dependen dan empat variabel independen yaitu variabel jumlah kamar hotel yang terjual dan jumlah wisatawan obyek wisata.Setelah dilakukan uji penyimpangan asumsi klasik, hasilnya menunjukkan data terdistribusi normal dan tidak diperoleh suatu penyimpangan. Berdasarkan hasil perhitungan PSS 20 nilai F hitung = 14,589 dengan signifikansi F sebesar 0.001. Dengan menggunakan tingkat signifikansi 0,05 diperoleh nilai F tabel sebesar 4,25. Maka F hitung (14,589) > F tabel (4,25), atau signifikansi F sebesar 0,001 menunjukkan lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua variabel independen yaitu jumlah kamar hotel terjual dan jumlah wisatawan obyek wisata secara bersama-sama berpengaruh terhadap penerimaan daerah sektor pariwisata di Kota Batu
diterima. Secara parsial variable jumlah kamar hotel terjual dan jumlah wisatawan obyek wisata berpengaruh signifikan. Dan dari kedua variabel tersebut yang paling dominan pengaruhnya terhadap penerimaan daerah dari sektor pariwisata di Kota Batu adalah variabel jumlah kamar hotel terjual dengan nilai t-hitung sebesar 16,621 dan probabilitas signifikasi sebesar 0,007.

Full Text:

fulltext

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Gajayana e-Repository Sarjana FEB - UNIGA Malang